Membuat Kuis Dalam e-Learning Untuk Meningkatkan Engagement Pelajar

Siap untuk memberikan metode pembelajaran e-Learning dengan kuis? Ingin mendapatkan hasil yang maksimal untuk pelajar seperti dalam meningkatkan keterlibatan para pelajar dan juga peningkatan pemahaman para pelajar? Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan.

1. Tetapkan kualitas pertanyaan

Cara terbaik dalam membuat kuis untuk e-Learning yang efektif adalah dengan menetapkan bobot pertanyaan pada kuis tersebut. Pertanyaan yang berkualitas membantu para pengajar dalam menilai kemajuan para pelajar dengan lebih akurat. Dari kuis ini pula pengajar akan mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran dan keberhasilan pelatihan yang diberikan kepada para pelajar. Untuk membuat pertanyaan yang berkualitas, Anda harus memperhatikan beberapa aspek berikut ini.

  • Berbagai metode pertanyaan
  • Ilustrasi pada pertanyaan
  • Pertimbangan sebelum memberikan pertanyaan
  • Cara menilai

Dari beberapa poin di atas, Anda akan mendapatkan nilai yang variatif yang dapat Anda jadikan tolok ukur untuk memahami keterlibatan pelajar dan pantauan terhadap pemahaman pelajar.

2. Kuis yang dapat diterima oleh pelajar

Tidak semua kuis dapat diterima oleh pelajar. Maka dari itu, sebelum Anda memulainya lakukan survei untuk menemukan dan mencocokkan antara kuis dengan kesesuaiannya dengan pelanggan. Sebagian besar pengajar hanya memberikan metode pembelajaran melalui kuis berdasarkan dari penilaian mereka sendiri. Namun, tanpa mereka ketahui, apa yang diberikan tersebut tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pelajar. Hasilnya sudah jelas, pelajar menjadi tidak lagi antusias dengan metode pembelajaran atau kuis yang diterapkan.

3. Kustomisasi umpan balik dari setiap kuis yang diberikan

Setelah Anda memberikan metode pembelajaran berupa kuis kepada pelajar, dirokemendasikan untuk meminta masukan dan umpan balik dari pelajar. Mengapa demikian? Dari setiap kuis yang diterima oleh pelajar, metode seperti apa yang menurut mereka efektif untuk meningkatkan pemahaman. Jika Anda tidak melakukan ini, maka Anda tidak akan memiliki data yang jelas agar dapat memenuhi poin kedua yang kami sebutkan. Untuk memaksimalkan data yang Anda miliki, kami sarankan untuk menyimpannya pada sistem pembelajaran yang terpusat seperti pada sistem LMS. Dari sini, Anda akan mendapatkan banyak tools untuk menganalisa data. Artinya, Anda akan menjadi lebih mudah dalam memantau perkembangan pelajar.

Ilustrasi (c) Unpslash.com

Tim Brightspace Indonesia

Ditulis oleh tim PT. Kreasi Sejahtera Teknologi, penyedia implementasi LMS D2L Brightspace di Indonesia. Tentang kami.

Ingin melihat Brightspace langsung?

Kami siapkan demo untuk institusi Anda—tanpa biaya, tanpa komitmen.

Hubungi kami

Artikel terkait

Semua artikel
Blended Learning

Penerapan Adaptive Learning Melalui Blended Learning

Blended learning memiliki kesamaan dengan adaptive learning, tetapi yang membedakan adalah metode yang diberikan kepada pelajar. Jika kami definisikan secara singkat, adaptive learning adalah metode pembelajaran yang dib

e-Learning Indonesia

Awali Blended Learning Di Kampus Anda Dengan Cara Ini!

Banyak pengajar yang sudah mulai sadar dengan keberadaan sistem Blended Learning dan ingin mencoba menerapkan metode pembelajaran ini. Hanya saja, banyak dari mereka yang masih ragu untuk memulai karena mereka belum meng