Perbedaan LMS, LCMS, Authoring Tool dan Learning Portal

Pada perkembangan teknologi pendidikan dan e-Learning, saat ini Anda sudah dapat menemukan berbagai macam alat yang dapat diimplementasikan. Dalam hal ini adalah LMS, LCMS, Authoring Tool dan Learning Portal. Dari berbagai tool tersebut, memiliki fungsi yang sama untuk mendukung e-Learning. Tetapi, ada bagian-bagian yang berbeda dari keempat tool tersebut. Berikut kami akan memberikan beberapa perbedaan dari masing-masing tool tersebut.

Learning Management System (LMS)

  1. Mengelola berbagai macam pengalaman belajar termasuk pembelajaran tradisional
    Sistem LMS memiliki peran untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih baik untuk pelajar dan pengajar. Pada sistem ini Anda juga dapat mengkombinasikan pembelajaran e-Learning dengan pembelajaran tradisional (Blended Learning).
  2. Memungkinkan Anda untuk menyimpan dan mengirim data
    Dengan menggunakan sistem LMS Anda dapat menyimpan data maupun dengan mengirim data baik untuk kepentingan internal antar pengajar maupun untuk kepentingan dengan para pelajar.
  3. Dapat diimplementasikan dengan SCORM
    Dengan menggunakan sistem LMS Anda juga dapat mengimplementasikannya dengan Shareable Content Object Reference Model (SCORM) hanya saja Anda hanya dapat menggunakan sistem dasar.

Learning Content Management System (LCMS)

  1. Dikhususkan/dispesialisasikan untuk digital learning
    LCMS merupakan platform yang diciptakan dan dioptimalkan untuk pendidikan secara digital (digital learning). Dikarenakan hal tersebut, penggunaan sistem ini kurang maksimal jika diimplementasikan untuk blended learning.
  2. Memungkinkan Anda untuk mengirim dan membuat konten
    Anda dapat membuat dan mengirim konten pada sistem ini. Hanya saja sistem tidak dapat menjadi host konten yang ada.
  3. Optimasi untuk SCORM
    Jika Anda ingin fokus pada SCORM, maka penggunaan LCMS merupakan pilihan yang sangat tepat karena sistem ini akan memberikan hasil olah data SCORM yang lebih rinci.

Authoring tool

  1. Fokus untuk mendukung digital learning
    Serupa dengan LCMS, sistem authoring tool merupakan sistem yang dibuat/diciptakan untuk memaksimalkan dukungan terhadap digital learning untuk lembaga pendidikan maupun kepentingan digital learning di corporate.
  2. Dapat digunakan untuk membuat dan mengirim konten
    Sistem ini akan membantu Anda mempermudah dalam membuat maupun mengirim konten untuk digital learning. Tetapi, Anda tidak dapat menjadi host dari konten yang Anda ciptakan tersebut.
  3. SORM dasar
    Serupa dengan sistem LMS, authoring tool kurang maksimal jika Anda gunakan untuk SCORM, tetapi sistem tetap compatible jika diperlukan.

Learning portal

  1. Khusus untuk digital learning
    Anda tidak dapat menggunakan tool ini untuk blended learning, karena sistem ini hanya akan mendukung metode pembelajaran digital learning saja.
  2. Host dan mengirim konten
    Berbeda dengan sistem lainnya, Anda dapat menjadi host data, mengirim konten melalui sistem. Tetapi, Anda tidak dapat menghasilkan/menciptakan konten

Itulah perbedaan yang paling terlihat dari LMS, LCMS, authoring tool dan Learning portal. Semoga informasi ini dapat memberikan pengetahuan tambahan kepada Anda. Apabila Anda memiliki rencana untuk implementasi LMS untuk lembaga pendidikan Anda, silakan hubungi kami melalui email di [email protected].

Ilustrasi (c) Unsplash.com

Tim Brightspace Indonesia

Ditulis oleh tim PT. Kreasi Sejahtera Teknologi, penyedia implementasi LMS D2L Brightspace di Indonesia. Tentang kami.

Ingin melihat Brightspace langsung?

Kami siapkan demo untuk institusi Anda—tanpa biaya, tanpa komitmen.

Hubungi kami

Artikel terkait

Semua artikel
e-Learning Indonesia

Meningkatkan Penggunaan Sistem LMS Untuk Pelajar

Penggunaan sistem LMS merupakan tolok ukur bagaimana pengguna merasa bahwa sistem LMS ini sangat mudah untuk dipejari, digunakan dan user-friendly. Tiga poin ini merupakan aspek penting dalam desain sistem LMS karena dam

Alat e-Learning

Pemerintah Dorong e-Learning Di Indonesia

E-Learning memang sudah seharusnya diterapkan di Indonesia mulai dari sekarang. Karena, jika kita berkaca pada apa yang terjadi Gibraltar, e-Learning membantu para guru dan siswa dari kondisi cuaca ekstrim yang terjadi d

e-Learning Indonesia

Gamifikasi Untuk e-Learning Yang Lebih Baik

eLearning adalah gaya pendidikan jarak jauh dengan menggunakan gadget yang terhubung dengan internet, seperti tablet, smartphone, dan komputer. Ini dikembangkan dalam upaya untuk menjangkau khalayak pelajar yang lebih lu